[ seingatku ]
Dalam potret masa sebelumnya aku bermimpi.
Mereka yang senantiasa biasa
Bermain api dalam retorika
Melayangkan surat layang berkibar kertas persegi berlayar di langit - langit jingga dengan ekor yang berakar ingatan sukar.
Mencari - cari kekuatan (angin) melayangkan surat kabar, entah itu duka maupun suka. Mereka terbang dengan semangatnya. Menyisir jauh dalam mimpi.
Hai. Bukankah kita persegi, mulai dari empat sisi kita berambisi memilih situasi
Jari telunjuk menunjuk serta tujuan aksi caci maki.

Penulis : cataleya intermeida ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel ini dipublish oleh cataleya intermeida pada hari Kamis, 24 November 2016. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan
 

0 komentar: