ia terus kejam memukuli bumi dengan percikan air yang membuatnya basah.
nyanyian merdu sang kodok serta jangkrik pun membuatnya lengkap.
yang entah ingin lupa atau pun rindu, aku melihat potret seorang Nona bidan seraya mengamati almamaternya yang masih ragu.
maka segera aku mengikutinya, meminta jalur untuk menemami rasa keingintahuanku.
ia, dalam hitungan menitpun nyala notice dari pertemanan itu menjadi nyata. sambil lalu mataku berlari melihat sebuah cuplikan video itu.
aku suka melihatnya, raganya yang berayun kesana kemari, dalam iringan lagu yang entah aku lupa judulnya, Tapi! romantis itu.? ketika ia sendiri dalam genggaman malam yang terang beserta bintang bintang yang begitu nakal menggodanya untuk tetap tersenyum.
sepertinya aku iri, aku ingin disisinya selagi bisa. hah’ dunia riuh dalam peristiwa.
kini waktu pagi menjelang subuh.
#Raradianta #Nonabidan
0 komentar:
Posting Komentar