seberapa sering narasi itu dimuat dalam media
selaksa kenangan yang entah sembunyi dalam barisan aksara
kini aku datang untuk bicara
Hallo ¤ Godbye
Aku menanti, yang sebetulnya aku rindu pemiliknya
barisan kalimat yang berparagraf empat untuk puisi
dan beberapa kata dalam bahasa jiwa bangsa yang terdera
Hallo, kau katakan padaku tentang keseruan terpikat cintamu
Godbye, kau beri aku salam terpisah kata yang berjarak masa
Waktu itu aku membaca
memburu waktu aku tergesa
melihat anyaman aksara yang begitu parahnya berbicara
nadanya yang ringan dan memuat beban pikiran dusta, Aku melihatnya pilu
Ketahuilah sebelum kita
Sebetulnya aku kebingungan mencari kalimat aktif untuk bicara
maka segera aku meraih pena
menuliskan soal yang sebetulnya aku tau jawabannya
I miss the figure the more there is ( before we)
Tanpa identitas yang mengenalkan diri kita
aku adalah yang pertama tersingkir sebelum kita
menyukai tanpa mengenal dan mendekati tanpa sentuhan, nian elok rupanya
langit - langitku bermimpi dimata
melaju dan berpendar air mata berlayar
jatuh aku serupa air
mengalir dan meresapi syair
noda yang terlanjur tumpah diawal kisah
kini basah sebab menyerah
sekarang kau beri aku maksud hati
yang terkadang rindu dibuat caci maki oleh perasaan yang berambisi
sudahkah kau ketahui seberapa hebat diriku ini
menelaah pendapat demi kemenangan sendiri
Omong kosong! dunia riuh dalam peristiwa
Garang dimuka
tajam dimata
gusar hatiku berkata
kau adalah bencana
Kali ini, ujung senapan itu mengarah kepadaku
seperti onggokan sampah yang pantas tersingkir
mengangkat tanda menyerah pun tak merubah keadaan
tariklah pelatuknya, biarlah semua peluru menghujam tubuh ini
karena sampah adalah sumber kebusukan yang harus terurai dalam semua reaksi
Tak penting nama
karena anggapan - anggapan yang lebih menguasai pikiran
kelogisan terasa telah lenyap sebab emosi yang tumpah diotak
kutunggu letusan - letusan amarah hinggap dalam jasad ini
sehingga pembelaan hanya sebuah Normatif
hiduplah bangkai dalam sampah yang menjijikan
karena semua yang indah telah lenyap dalam anggapan setan hidup
0 komentar:
Posting Komentar